<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wcalvin, Author at Frontier</title>
	<atom:link href="https://frontier.co.id/author/wcalvin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://frontier.co.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Nov 2019 03:32:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2023/08/cropped-android-chrome-512x512-1-100x100.png</url>
	<title>wcalvin, Author at Frontier</title>
	<link>https://frontier.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Marketing Indonesia 1 April 2019, Momen Spesial Bagi Para Marketer</title>
		<link>https://frontier.co.id/2019/04/05/hari-marketing-indonesia-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wcalvin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 17:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<category><![CDATA[hamari]]></category>
		<category><![CDATA[hari marketing]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=93</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hari-marketing-indonesia-2019/">Hari Marketing Indonesia 1 April 2019, Momen Spesial Bagi Para Marketer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
		<div id="fws_69c73f7f536a4"  data-midnight="dark"  data-bg-mobile-hidden="" class="wpb_row vc_row-fluid vc_row top-level standard_section   "  style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; "><div class="row-bg-wrap"><div class="inner-wrap"><div class="row-bg    "  style=""></div></div><div class="row-bg-overlay" ></div></div><div class="col span_12 dark left">
	<div  class="vc_col-sm-12 wpb_column column_container vc_column_container col no-extra-padding"  data-t-w-inherits="default" data-border-radius="none" data-shadow="none" data-border-animation="" data-border-animation-delay="" data-border-width="none" data-border-style="solid" data-border-color="" data-bg-cover="" data-padding-pos="all" data-has-bg-color="false" data-bg-color="" data-bg-opacity="1" data-hover-bg="" data-hover-bg-opacity="1" data-animation="" data-delay="0"><div class="column-bg-overlay"></div>
		<div class="vc_column-inner">
			<div class="wpb_wrapper">
				
	<div class="wpb_text_column wpb_content_element " >
		<div class="wpb_wrapper">
			<p>Di Indonesia, setiap tanggal 1 April para marketer akan memperingati <a href="https://www.harimarketingindonesia.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Hari Marketing Indonesia</a>. Marketing dalam suatu perusahaan memiliki peran yang sangat penting karena merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pelanggan, sehingga terjalin hubungan dengan para pelanggan.</p>
<p>Salah satu tugas penting bagi pemasar/marketer adalah dengan terus menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan untuk mempertahankan pelanggan tersebut dan bahkan pelanggan yang benar-benar puas dapat merekomendasikan kepada pelanggan lain mengenai produk maupun perusahaan. Semua kegiatan perusahaan harus dicurahkan untuk mengetahui apa yang menjadi kegiatan pelanggan dan kemudian memuaskan keinginan-keinginan pelanggan tersebut.</p>
<p>Lima tahun lalu, tepatnya pada 1 April 2014, majalah MARKETING dan Frontier Group bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI), mencanangkan tanggal 1 April sebagai <b>Hari Marketing Indonesia (HAMARI)</b>. Peresmiannya dilakukan oleh menteri Marie E. Pangestu.</p>
<p>Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun demikian, untuk bersaing di lingkup bisnis internasional, kekuatan sumber daya haruslah diimbangi dengan kemampuan memasarkan (marketing) diri. Marketing menjadi kunci keberhasilan karena untuk menguasai pasar, diperlukan kemampuan menciptakan produk sesuai kebutuhan, yang diiringi dengan kreativitas dan inovasi.</p>
<p>Selain itu, marketing dalam suatu perusahaan punya peranan sangat penting karena merupakan ujung tombak dalam memenangkan persaingan pasar. Saatnya perusahaan harus melakukan perubahan besar di bidang marketing dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini. Semua aktivitas perusahaan harus dicurahkan untuk mengetahui hal-hal terkait dengan perubahan perilaku pasar sebagai dampak kemajuan teknologi.</p>
<p>Hari Marketing Indonesia (HAMARI) menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan segala kreativitas dan inovasi melalui program serta aktivitas marketing yang kreatif sehingga mampu menciptakan <i>value</i> bagi pelanggan.</p>
<p>Dengan semangat Hari Marketing Indonesia, mari tingkatkan kreativitas dan inovasi para marketer Indonesia. Jadikan Hari Marketing Indonesia sebagai hari terbaik untuk para marketer Indonesia, merenungkan perubahan-perubahan besar dalam bidang marketing. Perubahan yang memberi kesempatan marketer melakukan lompatan besar.</p>

		</div>
	</div>

			</div> 
		</div>
	</div> 
</div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hari-marketing-indonesia-2019/">Hari Marketing Indonesia 1 April 2019, Momen Spesial Bagi Para Marketer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Frontier Netcore, Makin Personal Makin Tepat Sasaran</title>
		<link>https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wcalvin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 17:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier Technology]]></category>
		<category><![CDATA[frontier technology]]></category>
		<category><![CDATA[netcore]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=91</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-3/">Frontier Netcore, Makin Personal Makin Tepat Sasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
		<div id="fws_69c73f7f550e0"  data-midnight="dark"  data-bg-mobile-hidden="" class="wpb_row vc_row-fluid vc_row standard_section   "  style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; "><div class="row-bg-wrap"><div class="inner-wrap"><div class="row-bg    "  style=""></div></div><div class="row-bg-overlay" ></div></div><div class="col span_12 dark left">
	<div  class="vc_col-sm-12 wpb_column column_container vc_column_container col no-extra-padding"  data-t-w-inherits="default" data-border-radius="none" data-shadow="none" data-border-animation="" data-border-animation-delay="" data-border-width="none" data-border-style="solid" data-border-color="" data-bg-cover="" data-padding-pos="all" data-has-bg-color="false" data-bg-color="" data-bg-opacity="1" data-hover-bg="" data-hover-bg-opacity="1" data-animation="" data-delay="0"><div class="column-bg-overlay"></div>
		<div class="vc_column-inner">
			<div class="wpb_wrapper">
				
	<div class="wpb_text_column wpb_content_element " >
		<div class="wpb_wrapper">
			<p><strong>Ibarat menembak sasaran, <em>digital marketing automation</em> akan membuat strategi <em>digital marketing</em> perusahaan lebih tepat sasaran. Kuncinya, perusahaan harus dengan tepat membidik perilaku dan kebiasaan pelanggan dalam mengakses platform digital.</strong></p>
<p><img loading="lazy" class=" wp-image-61617 alignleft" src="https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2018/01/rendy.jpg" sizes="(max-width: 433px) 100vw, 433px" srcset="https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2018/01/rendy.jpg 587w, https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2018/01/rendy-287x300.jpg 287w" alt="netcore" width="433" height="453" /></p>
<p>Mungkin kita bertanya mengapa perusahaan atau merek yang sudah <em>go digital</em> masih dituntut melakukan <em>digital marketing automation</em>. Bukankah kalau sudah menggunakan <em>tool</em> digital seperti SMS, <em>website</em>, <em>e-mail</em>, <em>mobile app</em> (aplikasi <em>mobile</em>) atau media sosial, semua aktivitas marketing dapat dilakukan dengan lebih mudah?</p>
<p>Justru di situlah letak permasalahannya. Kita menganggap dengan menggunakan semua platform di atas, berbagai objektif marketing akan terpenuhi dengan mudah dan cepat. Kenyataannya tidak demikian, karena keberhasilan <em>digital marketing</em> ditentukan oleh perilaku pelanggan. Perilaku yang dimaksud adalah perilaku pelanggan dalam mengakses kanal atau<em> tools</em> digital.</p>
<p>Tidak mudah menangkap perilaku pelanggan di era digital. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari begitu banyaknya pilihan platform digital yang digunakan, kapan dan di mana pelanggan mengakses kanal digital, serta konten-konten seperti apa yang disukai pelanggan.</p>
<p>Ambil contoh perilaku dalam mengakes <em>e-mail</em>. Sekelompok pelanggan mungkin lebih sering/suka membuka <em>e-mail</em> di <em>desktop</em> karena tampilannya lebih besar. Pelanggan lain mungkin lebih sering/suka membuka <em>e-mail</em> di <em>smartphone</em> karena lebih cepat tanpa harus melakukan <em>login</em> terlebih dahulu.</p>
<p>Contoh di atas baru bicara perangkat yang digunakan. Belum bicara yang lebih rinci seperti di waktu kapan saja pelanggan biasanya membuka <em>e-mail</em>, segmen pelanggan mana yang paling sering membuka <em>e-mail</em> promosi yang kita kirim, dan konten-konten informasi atau promo seperti apa yang paling diminati pelanggan. Dari kanal<em> e-mail</em> saja mungkin kita akan mendapatkan gambaran perilaku pelanggan yang beragam.</p>
<p>Berbagai permasalahan di atas dapat diantisipasi dengan solusi <em>digital marketing automation</em>. Mengapa mesti demikian? Karena menurut Handi Irawan, Chairman Frontier Group, <em>marketing automation </em>menawarkan personalisasi. Personalisasi makin dibutuhkan ketika perusahaan/merek dihadapkan pada fenomena ledakan data (<em>big data</em>) sebagai dampak dari begitu banyaknya data yang berseliweran di dunia maya.</p>
<p>Handi menjelaskan, di era <em>big data</em>, pemasar harus mampu mengemas konten yang pas dan membidik target pasar yang pas pula. Selain itu, pemasar juga harus menjangkau target pasar pada waktu yang tepat dan <em>channel </em>yang tepat. Singkatnya, efektivitas komunikasi akan dipengaruhi oleh<em> right channel, right content, right person, </em>dan<em> right time.</em> Ini dapat terjadi kalau proses komunikasi bisa membaca <em>channel preference</em>, mampu menciptakan personalisasi dengan skala yang besar, dan memberi pengalaman yang menyenangkan.</p>
<p><em>Marketing automation</em> adalah jawaban untuk menciptakan tiga fungsi tersebut, sehingga pemasar dapat berkomunikasi dengan pelanggan sesuai <em>channel preference</em> dengan cara yang personal dan pengalaman yang <em>memorable</em>. Melalui proses <em>digital marketing automation</em> ini, maka setiap individu dapat diberi informasi yang relevan, pada waktu yang tepat, dan sekaligus ke <em>touch point</em> yang paling efektif. Hasil dari personalisasi ini akan mampu menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan <em>memorable</em>.</p>
<p><strong><em>Customer Experience</em></strong></p>
<p>Tidak mudah bagi perusahaan menangani <em>digital marketing automation</em> sendiri. Karena dibutuhkan sumber daya manusia dan teknologi yang mumpuni untuk itu. Namun, perusahaan yang ingin melakukannya bisa menggunakan jasa perusahaan penyedia solusi <em>digital marketing automation</em> seperti Frontier Netcore. Perusahaan asal India ini sudah berpengalaman selama 19 tahun di bidang “<em>marketing technology</em>”.</p>
<p>Netcore, yang di Indonesia bekerja sama dengan Frontier Technology mengklaim sudah melayani lebih dari 3 ribu <em>customer</em> dan mengoneksikan lebih dari 7 miliar <em>customer</em> hingga saat ini. Netcore rata-rata mengirim lebih dari 5 miliar <em>e-mail</em> dan mengirim 2 miliar SMS dalam sebulan.</p>
<div id="attachment_61618" class="wp-caption alignleft">
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div id="attachment_626" style="width: 260px" class="wp-caption alignleft"><img aria-describedby="caption-attachment-626" loading="lazy" class="wp-image-626 " src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2019/04/rendy-netcore-212x300.jpg" alt="" width="250" height="342" /><p id="caption-attachment-626" class="wp-caption-text">Rendi Peterson, Direktur Frontier Technology.</p></div>
<p>Rendi Peterson, Direktur Frontier Technology, mengatakan di era persaingan yang makin ketat, perusahaan yang berhasil menciptakan <em>customer experience</em> luar biasalah yang akan memenangkan persaingan. Untuk menciptakan <em>customer experience </em>yang luar biasa, perusahaan dan merek harus mampu melakukan <em>engagement</em> dengan <em>customer</em>-nya.</p>
<p>Rendi menambahkan, tantangannya adalah bagaimana menyampaikan konten yang tepat untuk target market yang dituju, dengan <em>channel</em>yang menjadi <em>preference</em> mereka, dan di waktu yang tepat, menggunakan <em>cross channel</em> untuk meningkatkan <em>engagement </em>dan <em>customer experience</em>.</p>
<p>“Jika perusahaan membutuhkan bantuan teknologi untuk dapat berkomunikasi dengan <em>customer</em>secara <em>personalized, automated</em>, dan menggunakan <em>cross channel</em>, maka <em>marketing automation platform</em>perlu dipertimbangkan untuk digunakan,” tutur Rendi.</p>
<p>Dia menegaskan, yang harus dipertimbangkan ketika akan mengimplementasikan <em>digital marketing automation</em> bukan hanya peranti lunaknya, namun juga kapabilitas dalam berkomunikasi melalui <em>channel-channel</em> seperti <em>e-mail</em>, SMS, <em>push notification</em>, <em>browser push</em>, <em>voice call</em>, <em>web message</em> dan Facebook Customer Audience.</p>
<p>Perlu dipertimbangkan juga, apakah semua data respons dari berbagai macam <em>channel</em> tersebut dapat memberikan <em>unified view of customer</em>, atau semua data tersebut dapat diikat dengan “1 <em>customer id</em>” sehingga diperoleh pemahaman yang mendalam mengenai <em>customer</em> tersebut.</p>
<p>Rendi menjelaskan, modul <em>marketing automation</em> yang ditawarkan Frontier Netcore bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan klien. Selain itu, Frontier Netcore juga memiliki beberapa modul yang bisa langsung digunakan dengan tambahan biaya yang minimal. Kelebihan lain yaitu tidak dibutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk menangani <em>marketing automation</em>. Bahkan, untuk perusahaan yang baru tahap awal cukup dengan satu tenaga kerja. “Tentunya jika kebutuhan penggunaan <em>tool</em> ini makin meningkat, diperlukan tim untuk menjalankannya,” jelas dia.</p>
<p>Terkait layanan kepada klien, Frontier Netcore memberikan <em>training</em> penggunaan dan <em>best practice</em> Platform Frontier Netcore serta layanan <em>support</em> melalui <em>e-mail</em> dan Skype selama 24 jam. Untuk kebutuhan yang lebih <em>advanced</em>, akan disediakan <em>marketing technologist</em> yang bisa membantu klien dalam pembuatan <em>customer journey</em> yang tepat.</p>
<p>“Layanan yang diberikan merupakan tipikal perusahaan global dan lokal, dimana platform kami berkualitas <em>world class</em>. Disertai dengan pemahaman market Indonesia yang mendalam melalui <em>local support</em> dan <em>marketing technologist</em> yang memiliki pengalaman sangat kaya di berbagai industri,” tutur Rendi.</p>
<p>Dia pun menerangkan bahwa adopsi <em>marketing automation</em> hasilnya akan lebih baik jika diintegrasikan dengan sistem CRM, <em>call center</em>, dan <em>artificial intelligence</em>. Alasannya, integrasi ini bisa diarahkan untuk hal-hal yang sifatnya <em>predictive marketing</em>.</p>

		</div>
	</div>

			</div> 
		</div>
	</div> 
</div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-3/">Frontier Netcore, Makin Personal Makin Tepat Sasaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat Top Brand For Kids &#038; Teens</title>
		<link>https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wcalvin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 17:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier Research]]></category>
		<category><![CDATA[top brand]]></category>
		<category><![CDATA[top brand award]]></category>
		<category><![CDATA[top brand for teens]]></category>
		<category><![CDATA[topbrand for kids]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=89</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-2/">Mengenal Lebih Dekat Top Brand For Kids &#038; Teens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
		<div id="fws_69c73f7f55d7d"  data-midnight="dark"  data-bg-mobile-hidden="" class="wpb_row vc_row-fluid vc_row standard_section   "  style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; "><div class="row-bg-wrap"><div class="inner-wrap"><div class="row-bg    "  style=""></div></div><div class="row-bg-overlay" ></div></div><div class="col span_12 dark left">
	<div  class="vc_col-sm-12 wpb_column column_container vc_column_container col no-extra-padding"  data-t-w-inherits="default" data-border-radius="none" data-shadow="none" data-border-animation="" data-border-animation-delay="" data-border-width="none" data-border-style="solid" data-border-color="" data-bg-cover="" data-padding-pos="all" data-has-bg-color="false" data-bg-color="" data-bg-opacity="1" data-hover-bg="" data-hover-bg-opacity="1" data-animation="" data-delay="0"><div class="column-bg-overlay"></div>
		<div class="vc_column-inner">
			<div class="wpb_wrapper">
				
	<div class="wpb_text_column wpb_content_element " >
		<div class="wpb_wrapper">
			<p>Dari tahun ke tahun, pasar anak dan remaja menjadi semakin besar. Hal ini merupakan peluang bagi para pemegang merek untuk membidik pasar ini. Namun, pasar anak dan remaja juga merupakan pasar yang sulit karena pasar ini tergolong sensitif. Pasar ini senang mencoba merek baru, cepat bosan, dan berani mengambil resiko dengan merek yang belum dikenal sebelumnya sehingga kemungkinan untuk berpindah merek sangatlah besar.</p>
<p>Salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja merek di pasar anak dan remaja adalah melalui survei Top Brand Kids &amp; Teens karena survei ini mampu mengamati perilaku segmen anak dan remaja dalam melakukan pembelian, seberapa besar pengetahuan mereka terhadap suatu merek, seberapa besar produk merek tertentu digunakan dan seberapa tinggi tingkat loyalitas mereka pada suatu merek.</p>
<p>Tahun 2019 menjadi tahun ke-13 diselenggarakan survei Top Brand Kids &amp; Teens. Survei ini diadakan di lima kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan dengan melibatkan 2500 responden. Terdiri dari 1500 responden untuk Kids Survey, yang terbagi menjadi dua panel responden yaitu panel anak-anak sebanyak 500 responden dan panel ibu sebanyak 1000 responden. Sementara untuk Teens Survey diambil sampel sebanyak 1000 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode <em>multistage random sampling, </em>pengumpulan data di lapangan dilakukan di bulan Februari – Maret 2019, dengan menggunakan kuesioner terstruktur.</p>
<p>Adapun kriteria responden pada survei Top Brand Kids &amp; Teens adalah sebagai berikut :</p>
<p>Survei Top Brand Kids :</p>
<ul>
<li>Responden anak baik anak laki-laki maupun perempuan yang berusia 8-12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III sampai kelas VI</li>
<li>Responden ibu adalah wanita berusia 25-50 tahun yang memiliki anak berusia 0-12 tahun yang tinggal bersama dalam satu rumah dan masih duduk di bangku sekolah TK atau sekolah dasar</li>
</ul>
<p>Survei Top Brand Teens :</p>
<ul>
<li>Remaja laki-laki ataupun perempuan yang berusia 13-17 tahun dan masih duduk di bangku sekolah SMP atau SMA.</li>
</ul>
<p><em>Analytical framework</em> dari Top Brand Kids &amp; Teens diukur dari 3 komponen, yaitu :</p>
<ol>
<li><em>top of mind awareness </em>(yaitu didasarkan atas merek yang pertama kali disebut oleh responden ketika kategori produknya ditanyakan)<em>, </em></li>
<li><em>last used </em>(yaitu didasarkan atas merek yang terakhir kali digunakan/ dikonsumsi oleh responden dalam 1 <em>re-purchase cycle</em>), dan</li>
<li><em>future intention </em>(yaitu didasarkan atas merek yang ingin digunakan/ dikonsumsi di masa mendatang).</li>
</ol>
<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-379" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2019/04/Top-Brand-1-300x140.png" alt="" width="475" height="228" /></strong></p>
<p><strong>Gambar 1</strong> . Model Top Brand</p>
<p>Sumber : Frontier Group</p>
<p>Nilai masing-masing parameter baik <em>top of mind awareness</em>, <em>last usage</em> dan <em>future intention</em> untuk sebuah merek di dalam kategori produk tertentu diperoleh dengan cara menghitung persentase frekuensi merek tersebut relatif terhadap frekuensi keseluruhan merek. Top Brand Index (TBI) selanjutnya diperoleh dengan cara menghitung rata-rata terbobot masing-masing parameter.</p>
<p>Top Brand for Kids Award dan Top Brand for Teens Award diberikan kepada merek-merek di dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria, yaitu:</p>
<ul>
<li>Merek-merek yang memperoleh Top Brand Index minimum sebesar 10.0%, dan</li>
<li>Merek-merek yang menurut hasil survei berada dalam posisi <em>top three</em> di dalam kategori produknya.</li>
</ul>
<p>Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek untuk dapat menyandang predikat Top Brand. Dengan adanya dua kriteria ini, maka dalam 1 kategori produk tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari satu merek, maksimal 3 merek, yang meraih predikat Top Brand.</p>

		</div>
	</div>

			</div> 
		</div>
	</div> 
</div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world-2/">Mengenal Lebih Dekat Top Brand For Kids &#038; Teens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berawal Iseng, Giladiskon Masuk Dalam Top 10 Startup Competition</title>
		<link>https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wcalvin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 06:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier Capital]]></category>
		<category><![CDATA[frontier technology]]></category>
		<category><![CDATA[giladiskon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world/">Berawal Iseng, Giladiskon Masuk Dalam Top 10 Startup Competition</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
		<div id="fws_69c73f7f566b3"  data-midnight="dark"  data-bg-mobile-hidden="" class="wpb_row vc_row-fluid vc_row standard_section   "  style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; "><div class="row-bg-wrap"><div class="inner-wrap"><div class="row-bg    "  style=""></div></div><div class="row-bg-overlay" ></div></div><div class="col span_12 dark left">
	<div  class="vc_col-sm-12 wpb_column column_container vc_column_container col no-extra-padding"  data-t-w-inherits="default" data-border-radius="none" data-shadow="none" data-border-animation="" data-border-animation-delay="" data-border-width="none" data-border-style="solid" data-border-color="" data-bg-cover="" data-padding-pos="all" data-has-bg-color="false" data-bg-color="" data-bg-opacity="1" data-hover-bg="" data-hover-bg-opacity="1" data-animation="" data-delay="0"><div class="column-bg-overlay"></div>
		<div class="vc_column-inner">
			<div class="wpb_wrapper">
				
	<div class="wpb_text_column wpb_content_element " >
		<div class="wpb_wrapper">
			<p>Diskon menjadi sesuatu yang paling dicari oleh banyak orang, terutama kaum hawa. Hal inilah yang mendasari CEO Giladiskon Fandy Santoso mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang promosi bernama Giladiskon.</p>
<p>Giladiskon yang berada di bawah naungan PT Hadiah Point Indonesia ini berdiri sejak awal 2017.</p>
<p>Awalnya, Fandy tak menyangka perusahaan yang ia bangun secara iseng ini kekinian begitu diminati oleh banyak orang.</p>
<p>&#8220;Awal 2017 berdiri, awalnya iseng saja. Waktu itu hanya 1 orang yang diperkerjakan. Itupun hanya dari rumah secara <em>part time</em> juga. Sekarang kami sudah memperkerjakan 15 orang,&#8221; ujar Fandy saat berbincang di Redaksi <em>Suara.com,</em> Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).</p>
<p>Sejak awal, Fandy memang memiliki ketertarikan di dunia <em>marketing</em>. Ia lantas mencoba menyalurkannya dengan mendirikan perusahaan promosi Giladiskon yang bergerak di media sosial.</p>
<p>Setelah 2 tahun berdiri, sejumlah akun sosial media Giladiskon di Instagram yakni @giladiskonn, @giladiskon_fashion, @giladiskon_travel dan @giladiskon_jsm kini memiliki <em>followers</em> hampir 1 juta.</p>
<p>Saat ini, Giladiskon telah memiliki kerjasama dengan kurang lebih 60 <em>merchant premium</em>, mulai dari Timezone, Shihlin, Excelso, Richeese, Diva Karaoke hingga Masterpiece Karaoke menjadi mitra Giladiskon.</p>
<p>Bahkan, <em>merchant</em> tersebut juga sering memberikan penawaran khusus bagi para followers Giladiskon</p>
<p>Giladiskon juga telah berhasil menorehkan prestasi memmbanggakan. Giladiskon masuk dalam 10 <em>startup</em> terbaik di ajang Echelon Roadshow: Jakarta 2019.</p>
<p>Giladiskon juga berhak melaju penjurian berikutnya dalam Echelon Asia Summit 2019 yang digelar di Singapura pada 23-24 Mei mendatang, bersama Top100 <em>startup</em> terbaik se-Asia Pasifik</p>
<p>Pada tahun kedua, Giladiskon berdiri, Fandy dan tim mengembangkan program baru yang diberi nama GD+. Dengan GD+, para pecinta diskon bisa mendapatkan beragam voucher F&amp;B selama satu tahun penuh.</p>
<p>&#8220;Caranya hanya membayar sekali RP 100 ribu maka kalian akan mendapatkan akun dan bisa memakai semua voucher yang ada sepuasnya selama setahun penuh,&#8221; ungkap Fandy.</p>
<p>Program GD+ inilah yang diakui oleh Fandy sebagai progrsam unggulan Giladiskon. Pasalnya, program <em>membership</em> berbayar untuk mendapatkan voucher sepuasnya selama setahun penuh merupakan program pertama yang ada di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ini keunggulannya, pertama di Indonesia. Bisa pakai voucher sepuasnya. Kita juga ada di sosial media, orang enggak perlu repot lagi, ada Instagram, Facebook mobile apps untuk Android,&#8221; papar Fandy.</p>

		</div>
	</div>

			</div> 
		</div>
	</div> 
</div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2019/04/05/hello-world/">Berawal Iseng, Giladiskon Masuk Dalam Top 10 Startup Competition</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
