<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Redaksi, Author at Frontier</title>
	<atom:link href="https://frontier.co.id/author/frontier_adm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://frontier.co.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Apr 2022 04:53:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2023/08/cropped-android-chrome-512x512-1-100x100.png</url>
	<title>Redaksi, Author at Frontier</title>
	<link>https://frontier.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Marketing Indonesia 1 April 2022</title>
		<link>https://frontier.co.id/2022/04/01/hari-marketing-indonesia-1-april-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 04:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://frontier.co.id/?p=1454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 1 April merupakan momen spesial bagi dunia bisnis, terutama untuk bidang pemasaran. Setiap tahun di tanggal tersebut kita memperingati Hari Marketing Indonesia (Hamari).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2022/04/01/hari-marketing-indonesia-1-april-2022/">Hari Marketing Indonesia 1 April 2022</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
		<div id="fws_6a51f0bf3e35f"  data-midnight="dark"  data-bg-mobile-hidden="" class="wpb_row vc_row-fluid vc_row top-level standard_section   "  style="padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; "><div class="row-bg-wrap"><div class="inner-wrap"><div class="row-bg    "  style=""></div></div><div class="row-bg-overlay" ></div></div><div class="col span_12 dark left">
	<div  class="vc_col-sm-12 wpb_column column_container vc_column_container col no-extra-padding"  data-t-w-inherits="default" data-border-radius="none" data-shadow="none" data-border-animation="" data-border-animation-delay="" data-border-width="none" data-border-style="solid" data-border-color="" data-bg-cover="" data-padding-pos="all" data-has-bg-color="false" data-bg-color="" data-bg-opacity="1" data-hover-bg="" data-hover-bg-opacity="1" data-animation="" data-delay="0"><div class="column-bg-overlay"></div>
		<div class="vc_column-inner">
			<div class="wpb_wrapper">
				
	<div class="wpb_text_column wpb_content_element " >
		<div class="wpb_wrapper">
			<p>Tanggal 1 April merupakan momen spesial bagi dunia bisnis, terutama untuk bidang pemasaran. Setiap tahun di tanggal tersebut kita memperingati Hari Marketing Indonesia (Hamari). Hamari digagas oleh Handi Irawan D, CEO Frontier Group. Beliau juga menggagas Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) dan penghargaan bergengsi Top Brand Award. Kemudian, pada 20 Maret 2014 yang lampau Hamari dicanangkan oleh Menteri Pariwasata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu bersama para pebisnis di Indonesia, yang diwakili oleh berbagai asosiasi bisnis, di Balairung Soesila Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.</p>
<p>Dunia bisnis Indonesia menghadapi tantangan yang sungguh berat selama dua tahun belakangan ini karena diterpa pandemi. Di sinilah para insan marketing, bersama-sama dengan seluruh pihak yang berkepentingan, dituntut untuk mengeluarkan upaya yang lebih besar dalam menjalankan strateginya. Bagaimanapun beratnya pandemi, <em>the show must go on</em>, roda bisnis harus tetap berputar.</p>
<p>Menurut Handi Irawan, <em>board of advisor</em> dan penggagas Hamari, dengan memperingati Hamari, para marketer di Indonesia diharapkan lebih bersemangat untuk membuat dan memasarkan produk-produk bernilai lebih tinggi. Selain itu, Hamari diharapkan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan segala kreativitas dan inovasi melalui program marketing yang kreatif dan mampu menciptakan nilai tambah kepada konsumen.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1459" src="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2022/04/hari-marketing-indonesia.jpg" alt="" width="650" height="486" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2022/04/hari-marketing-indonesia.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2022/04/hari-marketing-indonesia-300x224.jpg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Momen Hamari sebenarnya layak diperingati oleh semua kalangan, bukan hanya bagi mereka yang sehari-hari bergelut dengan pemasaran. Karena seperti kita tahu, marketing bisa menjadi faktor pembeda sebuah produk atau jasa. Produk atau jasa mungkin bisa saja sama, namun dengan sentuhan strategi marketing yang jitu, suatu produk atau jasa bisa lebih unggul di pasar.</p>
<p>Dengan Hamari semua elemen atau karyawan di perusahaan diharapkan bisa memberikan ide-ide perbaikan atau bahkan terobosan-terobosan baru terkait pengembangan produk/jasa, berikut strategi pemasarannya. Di samping itu, karyawan juga bisa menjadi <em>brand ambassador</em> yang menyebarkan keunggulan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan tempatnya bekerja.</p>
<p>Berangkat dari pemikiran tersebut, sangat layak Hamari diperingati oleh berbagai perusahaan di Indonesia, apa pun industrinya dan seberapa pun skala bisnisnya.</p>
<p>Inovasi dan kreatifitas dalam marketing tentu sangat dibutuhkan di saat pandemi mulai berangsur usai seperti sekarang ini. Pandemi kemarin merupakan kesempatan terbaik bagi perusahaan dan pengelola merek agar lebih agresif dalam melancarkan strategi digital marketing. Kini masyarakat telah semakin terbiasa mengakses internet dengan smartphone dan melakukan banyak hal, seperti membaca berita, mengakses media sosial, menonton film dan mendengarkan musik hiburan, serta belanja daring.</p>
<p>Akhir kata, melalui Hamari, perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama para marketernya, diharapkan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menuangkan strategi pemasaran demi kesuksesan perusahaannya, sekaligus mampu melahirkan marketer-marketer muda baru yang siap bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga berjaya di pasar global.</p>

		</div>
	</div>

			</div> 
		</div>
	</div> 
</div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2022/04/01/hari-marketing-indonesia-1-april-2022/">Hari Marketing Indonesia 1 April 2022</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Inovasi Indonesia 2021: Berinovasi Atau Tewas Di Era Baru</title>
		<link>https://frontier.co.id/2021/11/01/hari-inovasi-indonesia-2021-berinovasi-atau-tewas-di-era-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 04:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1428</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah kata-kata tersebut berlebihan? Tentu tidak. Inovasi merupakan hal yang esensial bagi perusahaan untuk dapat terus bertahan terlebih lagi di era disruptif seperti saat ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/11/01/hari-inovasi-indonesia-2021-berinovasi-atau-tewas-di-era-baru/">Hari Inovasi Indonesia 2021: Berinovasi Atau Tewas Di Era Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kata-kata tersebut berlebihan? Tentu tidak. Inovasi merupakan hal yang esensial bagi perusahaan untuk dapat terus bertahan terlebih lagi di era disruptif seperti saat ini.</p>
<p>Bisnis ataupun perusahaan yang tidak inovatif, sama saja seperti menunggu kematian. Setiap tahun, teknologi terus berkembang dan perilaku pelanggan juga terus berubah. Keduanya sudah pasti menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan-perubahan melalui inovasi.</p>
<p>Mari kita berandai-andai sedikit, dengan merek Nokia misalnya. Jika pada tahun 2010 lalu Nokia yang merupakan global market leader mau berinovasi, mungkin saja saat ini kita masih memegang produk ponsel Nokia di tangan kita.</p>
<p>Problem terbesar dari inovasi adalah mindset perusahaan yang merupakan hasil kolektif dari mindset karyawannya. Mindset inilah yang akan menentukan apakah perusahaan memiliki budaya yang inovatif atau tidak. Sama seperti kasus Nokia yang enggan berinovasi sampai akhirnya harus kalah dan tersingkir dalam persaingan.</p>
<p><strong>Hari Inovasi Indonesia</strong></p>
<p>Handi Irawan D., CEO Frontier dan penggagas berbagai penghargaan bergengsi dan hari penting seperti Top Brand Award, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) dan Hari Pelanggan Nasional merasa perlu bagi para leader dan pelaku bisnis untuk menumbuhkan budaya inovatif di perusahaan.</p>
<p>Dengan semangat memotivasi perusahaan untuk berinovasi, Handi Irawan D. kemudian menginisiasi Hari Inovasi Indonesia (HII) yang diperingati setiap tanggal 1 November.</p>
<p>“<strong>Hari Inovasi Indonesia (HII) akan diperingati oleh para individu dan pemilik merek setiap tanggal 1 November. Harapannya adalah terciptanya budaya inovatif, produk inovatif dan layanan inovatif</strong>”, ujar Handi Irawan D.</p>
<p>Dilansir dari website laman website resminya, <a href="http://www.hari-inovasi.com/visi-misi.html" target="_blank" rel="noopener">visi dan misi HII</a> yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:</p>
<p>Visi: Sebuah hari yang mengingatkan individu, pelaku bisnis dan perusahaan di Indonesia untuk menciptakan budaya inovatif, untuk terciptanya produk dan layanan inovatif untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Misi:</p>
<ol>
<li>HII mendorong terciptanya mindset untuk melihat inovasi sebagai satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan.</li>
<li>HII mendorong agar individu dan pelaku bisnis untuk lebih produktif menciptakan gagasan dan ide-ide yang inovatif.</li>
<li>HII mengingatkan pimpinan para pelaku bisnis untuk memiliki komitmen, mengubah gagasan dan ide yang inovatif menjadi produk dan layanan yang inovatif.</li>
</ol>
<p><strong>Dukungan Presiden Joko Widodo bagi inovasi di Indonesia</strong></p>
<p>Bertepatan dengan peringatan Hari Inovasi Indonesia di 1 November 2018, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut mengajak seluruh kalangan untuk berinovasi. Tidak hanya anak muda saja namun juga BUMN dihimbau untuk berinovasi.</p>
<p>Presiden berujar, “Sudah bukan zaman lagi kayak dulu-dulu BUMN bisa duduk tenang, merasa sudah berada pada posisi nyaman. Perubahan-perubahan ini bisa menggerus kalau kita tidak berhati-hati merespons setiap perubahan”.</p>
<p>“Pilihannya hanya dua, inovasi atau ditinggal. Hanya itu saja”, kata Presiden.</p>
<p>Secara gamblang, Presiden menyiratkan perusahaan sekelas BUMN ataupun multinasional saja dapat tertinggal jika tidak berinovasi. Apalagi perusahaan swasta dan rintisan (startup)?</p>
<p>Semoga dengan adanya Hari Inovasi Indonesia (HII) di tahun 2021, semangat para leader, pelaku bisnis, bahkan karyawan yang menjadi jiwa perusahaan itu sendiri kian terpacu dalam mewujudkan budaya inovatif, melahirkan produk inovatif serta layanan yang inovatif. Selamat Hari Inovasi Indonesia!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/11/01/hari-inovasi-indonesia-2021-berinovasi-atau-tewas-di-era-baru/">Hari Inovasi Indonesia 2021: Berinovasi Atau Tewas Di Era Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Media Sosial: Upaya Upgrade Etika &#038; Perilaku Dalam Ber-Medsos</title>
		<link>https://frontier.co.id/2021/06/10/hari-media-sosial-upaya-upgrade-etika-perilaku-dalam-ber-medsos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 03:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini, 10 Juni 2021 adalah hari yang istimewa bagi pengguna media sosial Indonesia. Sebuah hari yang didedikasikan agar kita dapat #ShareYangPositif kepada semua pengguna media sosial di Indonesia. Awal...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/06/10/hari-media-sosial-upaya-upgrade-etika-perilaku-dalam-ber-medsos/">Hari Media Sosial: Upaya Upgrade Etika &#038; Perilaku Dalam Ber-Medsos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 10 Juni 2021 adalah hari yang istimewa bagi pengguna media sosial Indonesia. Sebuah hari yang didedikasikan agar kita dapat #ShareYangPositif kepada semua pengguna media sosial di Indonesia.</p>
<p><strong>Awal Kemunculan Hari Media Sosial</strong></p>
<p>Adalah Handi Irawan D., CEO Frontier Group yang menjadi sosok pencetus Hari Media Sosial pada 10 Juni 2015. Gagasan akan adanya Hari Media Sosial berawal dari pengamatan Handi Irawan akan fenomena penggunaan media sosial di Indonesia.</p>
<p>Banyak hoax yang beredar dan makin diviralkan tanpa adanya pengecekan tentu dapat menimbulkan keresahan dan saling ketidakpercayaan terhadap sesama. Masyarakat terpecah belah karena satu dan lain hal, penggiringan opini dan masih banyak hal lain yang menjadi fokus perhatian untuk dapat kita perbaiki bersama.</p>
<p><strong>Esensi Hari Media Sosial</strong></p>
<p>Hari Media Sosial dicetuskan untuk dapat mengedukasi dan menumbuhkan perilaku bijak dalam menggunakan media sosial, baik saat membuat atau membagikan konten.</p>
<p>Apa saja yang bisa dilakukan? Sederhana. Sebagai pengguna media sosial, kita hanya perlu menggunakannya secara positif. Bagikan berita-berita atau konten yang menginspirasi, memotivasi dan berbagi kabar baik kepada sesama. Dalam kehidupan nyata, berikan motivasi bagi sahabat yang sedang jatuh dan sedih agar dapat bangkit kembali. Berikan dorongan kepada teman yang sedang berjuang dalam menuju kesuksesan. Berikan ucapan terima kasih dan bagikan cinta kepada sesama.</p>
<p>Semoga dengan adanya Hari Media Sosial, kita senantiasa dapat terus memperbaiki diri dalam menggunakan sarana yang canggih ini agar dapat lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri namun juga bagi orang-orang lain yang turut mengakses.</p>
<p>Selamat Hari Media Sosial 2021. Mari jadi agen perubahan untuk kehidupan ber-medsos yang lebih baik.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/06/10/hari-media-sosial-upaya-upgrade-etika-perilaku-dalam-ber-medsos/">Hari Media Sosial: Upaya Upgrade Etika &#038; Perilaku Dalam Ber-Medsos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Marketing Indonesia, Sebuah Upaya Kickstart Kreativitas Marketer</title>
		<link>https://frontier.co.id/2021/04/01/hari-marketing-indonesia-sebuah-upaya-kickstart-kreativitas-marketer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2021 09:12:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di saat seluruh dunia mungkin merayakan April Fools, di Indonesia 1 April juga dikenal sebagai sebuah hari istimewa bagi para pelaku bisnis. Ya, hari ini adalah Hari Marketing Indonesia. Tujuh...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/04/01/hari-marketing-indonesia-sebuah-upaya-kickstart-kreativitas-marketer/">Hari Marketing Indonesia, Sebuah Upaya Kickstart Kreativitas Marketer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di saat seluruh dunia mungkin merayakan April Fools, di Indonesia 1 April juga dikenal sebagai sebuah hari istimewa bagi para pelaku bisnis. Ya, hari ini adalah Hari Marketing Indonesia.</p>
<p>Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 1 April 2014, majalah MARKETING dan Frontier Group bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI), mencanangkan tanggal 1 April sebagai <b>Hari Marketing Indonesia (HAMARI)</b>. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie E. Pangestu dan didampingi oleh penggagas HAMARI, Handi Irawan D. (CEO Frontier Group) serta Handaka Santosa (Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ).</p>
<p>Hari Marketing Indonesia (HAMARI) menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan segala kreativitas dan inovasi melalui program serta aktivitas marketing yang kreatif sehingga mampu menciptakan <i>value</i> bagi pelanggan.</p>
<p>Hari Marketing Indonesia adalah…<br />
• Hari dimana perusahaan dituntut untuk senantiasa berinovasi,<br />
• Hari dimana perusahaan diasah untuk terus berkreasi,<br />
• Hari dimana perusahaan mewujudkan program dan aktivitas marketing yang kreatif,<br />
• Hari dimana perusahaan memanjakan dan memberikan suka cita kepada tim marketing dan konsumennya,<br />
• Hari dimana perusahaan-perusahaan di Indonesia mendapatkan inspirasi untuk meningkatkan daya saing,<br />
• Hari dimana dapat menatap masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Dengan semangat Hari Marketing Indonesia, mari tingkatkan kreativitas dan inovasi para marketer Indonesia. Jadikan Hari Marketing Indonesia sebagai hari terbaik untuk para marketer Indonesia, merenungkan perubahan-perubahan besar dalam bidang marketing. Perubahan yang memberi kesempatan marketer untuk melakukan lompatan besar dalam situasi bisnis yang semakin menantang. Selamat Hari Marketing Indonesia, 1 April 2021!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/04/01/hari-marketing-indonesia-sebuah-upaya-kickstart-kreativitas-marketer/">Hari Marketing Indonesia, Sebuah Upaya Kickstart Kreativitas Marketer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Top Brand Award 2021 Fase 1 Resmi Digelar</title>
		<link>https://frontier.co.id/2021/03/08/top-brand-award-2021-fase-1-resmi-digelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 06:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<category><![CDATA[top brand]]></category>
		<category><![CDATA[top brand award]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pandemi tidak lantas membuat perusahaan loyo dalam membangun merek dan mengembangkan pasar mereka. Hal ini terlihat dari pencapaian Top Brand Award 2021, beberapa merek masih perkasa di kategorinya masing –...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/03/08/top-brand-award-2021-fase-1-resmi-digelar/">Top Brand Award 2021 Fase 1 Resmi Digelar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pandemi tidak lantas membuat perusahaan <em>loyo</em> dalam membangun merek dan mengembangkan pasar mereka. Hal ini terlihat dari pencapaian Top Brand Award 2021, beberapa merek masih perkasa di kategorinya masing – masing. Untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil dalam membangun merek, Frontier Group bersama dengan Majalah MARKETING Group menggelar seremoni penyerahan Top Brand Award 2021 Fase 1 kepada beberapa perusahaan, pada 24 Februari 2021 lalu.</p>
<p>Mengingat masih diberlakukannya pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19, penyerahan Top Brand Award 2021 dilakukan di salah satu studio di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Acara penyerahannya dijadwalkan dalam waktu yang berbeda-beda agar tetap memenuhi ketentuan <em>social distancing.</em><img loading="lazy" class="wp-image-1397 alignleft" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara-300x200.jpeg" alt="" width="401" height="267" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara-300x200.jpeg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara-768x512.jpeg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara-1024x682.jpeg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara-900x600.jpeg 900w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Top-Brand-Achiever-Kara.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 401px) 100vw, 401px" /></p>
<p>Handi Irawan D., Penggagas Top Brand Award &amp; CEO Frontier Group; dan <em>Hartono Yarmantho, COO Marketing Group, secara bergantian menyerahkan Top Brand Award 2021 kepada perwakilan perusahaan yang hadir. </em></p>
<p><em>Merek-merek yang menerima Top Brand Award fase 1 ini yakni Tomat, Wayang, Taco, Sorex, Kara Santan, Kara Nata De Coco, Fortress, Finna, Vita Jelly Drink, Kredit Pintar, Inaco, Nata De Coco, Inaco I’m Coco, Alsyva, Kenko (Paper Cutter, Perforator, Stapler), Chitose (Chair, Folding Chair) Blue Band.</em></p>
<p><em>Selain di studio, dilakukan pula penyerahan Top Brand Award beberapa perusahaan di kantor masing-masing dengan atau tanpa perwakilan dari Panitia Top Brand Award, dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Pada 22 Februari 2021, dilakukan penyerahan Top Brand Award kepada merek Sanyo dan Dua Belibis di kantor masing-masing. Berikutnya, pada 25 Februari Panitia Top Brand Award mengungjungi kantor AXA Mandiri untuk menyerahkan penghargaan AXA Mandiri Life dan AXA Mandiri Health.</em></p>
<p>Untuk diketahui Top Brand Award diberikan berdasarkan survei independen berskala nasional yang dilakukan oleh Frontier Group setiap tahunnya. Survei ini menggunakan dua panel. Panel pertama adalah survei dengan target responden B2C sebanyak 12.640 responden, terdiri dari 9.600 responden random dan 3.040 responden <em>booster</em>. Survei ini dilakukan serentak di 15 kota, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, dan Manado.</p>
<p>Adapun panel kedua adalah survei dengan target responden B2B sebanyak 1.400 responden. Survei berlangsung di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Kriteria responden B2B adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembelian barang atau produk di tiap-tiap perusahaan, pendidikan terakhir setingkat akademi/diploma, dan memiliki karyawan lebih dari 50 orang dalam satu perusahaan.</p>
<p>Terdapat 308 kategori dengan ribuan merek yang diukur dalam survei Top Brand. Tahun ini survei Top Brand memiliki metode baru dalam pengumpulan data. Selain wawancara tatap muka langsung (<em>offline</em>), pengumpulan data juga dilakukan secara <em>online</em> melalui platform Q7 yang dimiliki Frontier Group. Dari 308 kategori, 173 di antaranya juga disurvei secara <em>online</em>. Indeks Top Brand dari hasil survei <em>offline</em> dan <em>online</em> digabungkan membentuk Top Brand Index (TBI).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2021/03/08/top-brand-award-2021-fase-1-resmi-digelar/">Top Brand Award 2021 Fase 1 Resmi Digelar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Corporate Image (Citra Perusahaan) di Tengah Krisis</title>
		<link>https://frontier.co.id/2020/10/09/membangun-citra-perusahaan-corporate-image-di-tengah-krisis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2020 04:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<category><![CDATA[corporate image]]></category>
		<category><![CDATA[corporate image award]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perusahaan yang sukses pasti memiliki Corporate Image (Citra Perusahaan) yang baik. Karena itu, perusahaan yang sudah memiliki Corporate Image (CI) yang baik mesti mempertahankan atau bahkan meningkatannya. Pasalnya, jika CI perusahaan merosot akan berujung...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/10/09/membangun-citra-perusahaan-corporate-image-di-tengah-krisis/">Membangun Corporate Image (Citra Perusahaan) di Tengah Krisis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perusahaan yang sukses pasti memiliki <em>Corporate Image</em> (Citra Perusahaan) yang baik. Karena itu, perusahaan yang sudah memiliki <em>Corporate Image</em> (CI) yang baik mesti mempertahankan atau bahkan meningkatannya. Pasalnya, jika CI perusahaan merosot akan berujung pada kebangkrutan perusahaan.</p>
<div id="attachment_76639" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><img aria-describedby="caption-attachment-76639" loading="lazy" class="wp-image-76639 size-medium" src="https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-09-30-at-15.13.11-300x169.png" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" srcset="https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-09-30-at-15.13.11-300x169.png 300w, https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-09-30-at-15.13.11-1024x576.png 1024w, https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-09-30-at-15.13.11-768x432.png 768w, https://marketing.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-09-30-at-15.13.11.png 1366w" alt="Handi Irawan D, CEO Frontier Group " width="300" height="169" aria-describedby="caption-attachment-76639" /><p id="caption-attachment-76639" class="wp-caption-text">Handi Irawan D., CEO Frontier Group</p></div>
<p class="wp-caption-text">Handi Irawan D, CEO Frontier Group mengatakan, membangun CI tidak mudah dan membutuhkan waktu lama, bahkan bisa puluhan tahun. Membangun CI juga lebih sulit dibandingkan membangun merek, karena <em>stakeholder</em> (pemangku kepentingannya) yang mesti dilayani lebih banyak.</p>
<p>“Dalam membangun merek, konsumen menjadi elemen penting. Tapi membangun <em>Corporate Image</em> <em>stakeholder</em>n ya lebih kompleks, antara lain mencakup masyarakat dan komunitas sekitar perusahaan dan pabrik, <em>shareholder</em>, dan pemerintah,” tutur Handi dalam Webinar bertajuk “New Strategies, For Managing Corporate Image During Pandemic”, Kamis, 1 Oktober 2020.</p>
<p>Karena membangun CI lebih sulit dan kompleks, maka harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik dan melibatkan seluruh jajaran BOD (Board of Director). Bagi perusahaan yang sudah memiliki CI baik harus mempertahankannya dalam segala kondisi, bahkan di masa krisis.</p>
<p>“Belajar dari krisis 98, mereka hanya terpuruk 1 – 2 tahun. Setelah itu, perusahaan yang memiliki <em>Corporate Image</em> yang baik, mampu bertahan dan bahkan semaikin bertumbuh lagi. Perusahaan akan lebih kuat, dibandingkan sebelum krisis,” lanjut Handi.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1367 size-full" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/cia2020.png" alt="" width="990" height="560" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/cia2020.png 990w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/cia2020-300x170.png 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/cia2020-768x434.png 768w" sizes="(max-width: 990px) 100vw, 990px" /></p>
<p>Kerja keras manajemen dalam membangun CI akan terbayar, termasuk bagi perusahaan yang tetap menjaga CI mereka di masa krisis yang diakibtkan pandemi. Beberapa keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan CI bagus antara lain, perusahaan akan lebih mudah mendapatkan karyawan berkualitas dan bertalenta.</p>
<p>“Tak mengherankan perusahaan <em>unicorn</em> seperti GoJek, Shopee dan bank besar seperti BRI, Mandiri, BNI akan lebih mudah mendapatkan karyawan yang berkualitas dan bertalenta,” jelas Handi.</p>
<p>Keuntungan lain, banyak pemasok yang bersedia bekerja sama dengan perusahaan, sehingga perusahaan akan lebih mudah mendapatkan peluang-peluang bisnis. Selain itu, perusahaan juga akan dipercaya investor. Perusahaan seperti Kalbe, BCA, dan Unilever di tengah pandemi harga sahamnya masih tetap bagus.</p>
<p>“Departemen marketing juga akan lebih muda menciptakan produk yang bagus. Marketing juga bisa lebih efisien, karena tidak perlu memberi banyak beri diskon dan komisi atau bersaing secara harga,” papar Penggagas Hari Pelanggan Nasional ini. Tak kalah pentingnya, kata Handi, perusahaan yang memiliki CI bagus akan lebih mudah mendapatkan pelanggan loyal.</p>
<p>Tak terelakan, di masa krisis akibat pandemi banyak perusahaan yang kinerja penjualannya menurun. Namun ini bukan alasan untuk tidak mempertahankan atau menjaga CI. “Kehilangan <em>revenue</em> dalam jangka pendek, misalnya karena ada dampak pandemi masih wajar, kita bisa bangkit begitu vaksin ditemukan, tapi jika Corporate Image terperosok akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki atau memulihkannya,” beber Handi.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-1368 size-full" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/corporate-identity.png" alt="" width="992" height="559" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/corporate-identity.png 992w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/corporate-identity-300x169.png 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/corporate-identity-768x433.png 768w" sizes="(max-width: 992px) 100vw, 992px" /></p>
<p>CI dibangun atas dasar<em> Corporate identity</em>, yang unsur-unsurnya antara lain logo, merek, slogan, corporate color, kemasan, desain kantor, dan seragam karyawan. Namun <em>Corporate identity</em> tidak serta menjadi CI jika tidak dikomunikasikan, baik melalui media digital dan konvensional. “Komunikasi tersebut juga harus diperkuat dan dibuktikan dengan tindakan atau <em>action</em>, mesti ada program nyatanya,” tandas Handi.</p>
<p>Sumber: <a href="https://marketing.co.id/">Marketing.co.id</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/10/09/membangun-citra-perusahaan-corporate-image-di-tengah-krisis/">Membangun Corporate Image (Citra Perusahaan) di Tengah Krisis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Bagi Perusahaan Lakukan Survei Online dengan Cepat &#038; Terukur</title>
		<link>https://frontier.co.id/2020/10/07/cara-mudah-lakukan-survei-dengan-cepat-terukur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2020 10:23:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Frontier Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1373</guid>

					<description><![CDATA[<p>Persaingan pasar tidak akan pernah berhenti. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha untuk menjadi yang paling unggul dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik dengan mengembangkan strategi dan opsi yang...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/10/07/cara-mudah-lakukan-survei-dengan-cepat-terukur/">Cara Mudah Bagi Perusahaan Lakukan Survei Online dengan Cepat &#038; Terukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Persaingan pasar tidak akan pernah berhenti. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha untuk menjadi yang paling unggul dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik dengan mengembangkan strategi dan opsi yang efektif berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini di pasar.</p>
<p>Riset adalah salah satu cara paling handal untuk mengetahui kondisi dan tren saat ini dengan melakukan survei kepada konsumen. Tetapi, hasil dari survei offline membutuhkan jangka waktu yang lebih lama, yakni 2-3 bulan dan bahkan lebih, yang mungkin saja kondisi di pasar sudah berubah.</p>
<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-1374 size-full" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/Q7-Survei-Platform.jpeg" alt="" width="1280" height="415" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/Q7-Survei-Platform.jpeg 1280w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/Q7-Survei-Platform-300x97.jpeg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/Q7-Survei-Platform-768x249.jpeg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/10/Q7-Survei-Platform-1024x332.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></strong></p>
<p><strong>Frontier Group</strong> memberikan solusi dengan menghadirkan <strong>survei online </strong>dengan lebih dari <strong>1,2 juta</strong> <strong>panel responden</strong> terdaftar! Didukung dengan aplikasi Q7, memudahkan Anda untuk melakukan survei hanya 4-6 hari dengan IR (<em>Incident Rates</em>) &gt; 30% serta mampu memaksimalkan potensi data Anda.</p>
<p>Keunggulan fitur canggih kami adalah:</p>
<ul>
<li>Mampu mendukung untuk beberapa tipe survei dengan mudah,</li>
<li>Menyajikan analisa data dengan bagan, grafik yang mudah dipahami dan dashboard yang dapat diakses melalui berbagai device (smartphone, laptop, tablet, dll)</li>
<li>Mampu untuk export data Anda menjadi XLS,</li>
<li>Tampilan fitur survei dengan tema dan layout yang menarik,</li>
<li>Biaya riset jauh lebih murah</li>
</ul>
<p>Serta masih banyak keunggulan lainnya yang menjadikan survei Anda lebih cepat, lebih mudah, dan lebih percaya diri!</p>
<p>Apakah Anda <strong>SIAP</strong> dan <strong>TERTARIK</strong> untuk melakukan riset dengan survei online?</p>
<p>Segera hubungi kami di:</p>
<p>Telepon      : 021-451-4151</p>
<p>WA             : 081348124064 a.n. Putri</p>
<p>082210475656 a.n. Hateya</p>
<p>Email          : <a href="mailto:research@frontier.co.id">research@frontier.co.id</a></p>
<p><a href="mailto:putri@frontier-mr.com">putri@frontier-mr.com</a></p>
<p>hateya@frontier-mr.com</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/10/07/cara-mudah-lakukan-survei-dengan-cepat-terukur/">Cara Mudah Bagi Perusahaan Lakukan Survei Online dengan Cepat &#038; Terukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Besar Peran Social Media Influencer Untuk Mendorong Bisnis?</title>
		<link>https://frontier.co.id/2020/08/05/social-media-influencer-untuk-mendorong-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2020 11:17:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri, perkembangan era digital di Indonesia semakin pesat. Sekarang adalah zaman di mana semua orang makin fasih menggunakan media digital. Sebenarnya, apa yang dimaksud era digital itu? Era...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/08/05/social-media-influencer-untuk-mendorong-bisnis/">Seberapa Besar Peran Social Media Influencer Untuk Mendorong Bisnis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri, perkembangan era digital di Indonesia semakin pesat. Sekarang adalah zaman di mana semua orang makin fasih menggunakan media digital. Sebenarnya, apa yang dimaksud era digital itu?</p>
<p>Era digital adalah saat di mana masyarakat Indonesia khususnya kaum muda hidup dan berkembang setiap harinya bersama dengan internet. Hal ini tentu mengubah <em>mindset </em>para pebisnis maupun <em>marketer </em>dalam melakukan promosi salah satunya dengan menggunakan strategi <em>digital marketing.</em></p>
<p>Perubahan media sosial seiring dengan perkembangan bagaimana cara orang mengakses internet; penggunaan <em>gadget </em>atau <em>smartphone</em> yang sangat mungkin untuk diakses kapan saja dan di mana saja, memiliki arti bahwa setiap harinya orang-orang beriringan dengan promosi di media sosial yang dilakukan oleh <em>marketer</em>. Potensi yang muncul akan jauh lebih besar saat menargetkan dan menjangkau kaum muda melalui saluran online atau melalui internet.</p>
<p>Sebenarnya para pebisnis maupun <em>marketer </em>sudah menggunakan strategi <em>digital marketing </em>untuk aktivitas promosi mereka sejak lama. Pernah dengar kata <em>Selebgram</em> atau <em>YouTuber</em>? Mereka adalah dua contoh dari media yang digunakan <em>marketer</em> untuk melakukan aktivitas promosi berbasis <em>digital</em> atau yang biasa kita sebut <em>Social Media Influencer.</em></p>
<p><em>Sosical Media Influencer</em> dianggap sebagai orang yang mengekspresikan pendapat dan pengalaman mereka baik dalam jangkauan yang luas maupun terfokus. Potensi pertumbuhan dari influencer dinilai bisa menjadi penentu selera atau <em>trendsetter</em> yang terpercaya di satu atau beberapa golongan tertentu.</p>
<p>Apakah <em>Influencer </em>selalu identik dengan jumlah pengikut yang banyak? Jawabannya adalah tidak juga! Pada dasarnya <em>social media influencer </em>adalah orang-orang yang memiliki pengaruh terhadap audiens atau media target online tertentu yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk mensponsori produk mereka dengan konten atau interaksi mereka dengan audiens mereka untuk meningkatkan jangkauan, penjualan, dan keterlibatan melalui interaksi yang positif.</p>
<p><em>Marketer</em> dari suatu perusahaan menggunakan <em>social media influencer</em> dengan upaya untuk meningkatkan minat konsumen serta penjualan. Menggunakan <em>social media influencer</em> untuk melakukan pemasaran juga bisa berkontribusi untuk meningkatkan <em>brand-awareness. </em>Bahkan jika melihat fakta yang ada di lapangan, <em>social media influencer </em>yang memiliki jumlah pengikut lebih sedikit dianggap lebih efektif dalam melakukan hubungan dengan pengikutnya.</p>
<p><em>Social media influencer </em>dengan jumlah pengikut yang lebih sedikit bisa disebut sebagai ­<em>micro-influencer</em>. <em>Micro-influencer </em>dipercaya bahwa memengaruhi lebih banyak kepercayaan dan minat beli konsumen terhadap suatu <em>brand</em> dibandingkan dengan <em>social media influencer </em>dengan pengikut yang banyak. Dan menariknya lagi, <em>micro-influencer </em>cenderung lebih dapat dipercaya karena keterlibatan dengan pengikutnya yang lebih intens dan interaktif.</p>
<p>Penelitian mengatakan meskipun memiliki lebih sedikit pengikut, <em>micro-influencer</em> lebih menguntungkan bagi <em>brand</em>. Sebenarnya, apa alasannya? Aktivitas promosi <em>micro-influencer</em> berbeda dengan yang dilakukan oleh artis atau selebriti yang memiliki jumlah pengikut yang banyak.</p>
<p><em>Micro-influencer </em>di sini sebagai orang biasa yang berbagi kehidupan sehari-hari mereka di media sosial, aktivitas ini tentu lebih dapat diterima serta tampaknya lebih terlihat natural dan alami daripada aktivitas yang dilakukan oleh selebriti. Aktivitas promosi <em>micro-influencer</em> hampir sama dengan rekomendasi yang datang dari teman dalam keseharian dan dapat memengaruhi secara signifikan bagi para pendengarnya. Sangat menarik, bukan begitu?</p>
<p>Sebenarnya apa yang dilihat dari konsumen tentang <em>social media micro-influencer </em>sehingga mereka lebih percaya dibandingkan dengan selebriti atau artis? Yaitu <strong><em>relatable</em> atau dianggap lebih satu frekuensi</strong>. Konsumen merasa lebih cocok karena <em>micro-influencer</em> lebih domestik dan berhubungan erat dengan konsumen dibandingkan dengan selebriti atau ­<em>macro-influencer</em>.</p>
<p>Konsumen juga mengatakan bahwa <em>micro-influencer </em>lebih mudah dijangkau dan terasa seperti teman dengan gaya hidup normalnya dan mereka bisa melakukan interaksi secara online dengan <em>micro-influencer.</em></p>
<p><strong>Platform Spradz!</strong></p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-1362 size-large" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/08/platform-spradz-1024x462.jpeg" alt="" width="1024" height="462" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/08/platform-spradz-1024x462.jpeg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/08/platform-spradz-300x135.jpeg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/08/platform-spradz-768x347.jpeg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/08/platform-spradz.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Membahas mengenai <em>influencer, </em>kini telah hadir sebuah wadah atau <em>platform</em> bagi <em>influencer</em> untuk membantu <em>brand </em>berkembang. <em>Spradz</em><em>!</em> adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang <em>programatic Ad Platform</em> dengan ribuan <em>Buzzer </em>dan <em>influencer</em> yang telah tervalidasi. <em>Spradz!</em> berbasis <em>social media marketing</em> yang membantu <em>campaign</em> suatu <em>brand</em> lebih tertarget, diperluas, dan berpotensi viral.</p>
<p>Keunggulan yang dimiliki <em>Spradz!</em> yaitu, <em>Spradz!</em> didukung oleh jaringan <em>buzzer</em> dan <em>influencer</em> yang tervalidasi dengan baik. <em>Buzzer</em> menyebarkan <em>campaign</em> suatu <em>brand</em> melalui <em>link</em> yang akan mereka bagikan kepada jaringan sosial media mereka secara massif. Sedangkan <em>influencer</em> atau <em>content creator</em> akan membagikan <em>campaign</em> suatu <em>brand</em> melalui <em>post</em> sosial media mereka dengan mendapatkan jangkauan yang sesuai dengan target suatu <em>brand</em>.</p>
<p><em>Spradz!</em> memiliki dua kategori Influencer yaitu <em>Spradz! Basic </em>dan <em>Spradz! Premium</em> dengan jumlah mencapai 4000 <em>influencer </em>dan <em>buzzer,</em> <em>Spradz!</em> membantu <em>brand</em> untuk memasarkan produk atau bisnis kalian dengan cara penyebaran <em>marketing campaign</em> agar berhasil, membantu <em>brand</em> untuk mendapatkan target yang tepat dengan performa yang baik dan penyebaran yang termonitor.</p>
<p><em>Spradz!</em> basic terdiri dari lima ukuran dimulai dari size S dengan minimal followers 500 sampai size XXL dengan maksimal followers 400 ribu. Sedangkan <em>Spradz! Premium</em> berisi dengan selebriti atau artis yang memiliki jumlah pengikut lebih dari 400 ribu.<em> Spradz! Premium</em> memiliki <em>audience-</em>nya sendiri dan tingkat <em>engagement</em> yang lebih tinggi, karena dikenal khalayak ramai dengan daya tariknya.</p>
<p>Dengan pembagian <em>influencer </em>berdasarkan jumlah pengikut, hal ini dapat sangat membantu perusahaan atau brand untuk melakukan kegiatan promosi sesuai dengan <em>budget budget </em>yang mereka miliki!</p>
<p>Adapun beberapa keuntungan yang bisa didapatkan berupa:</p>
<ul>
<li><em>Campaign</em> tepat target dan mudah dimonitor</li>
<li>Didukung oleh jaringan <em>buzzer</em> dan <em>influencer</em> yang tervalidasi dengan baik</li>
<li>Biaya yang efektif, lebih efisien</li>
<li>Akses eksklusif ke laporan dan statistik yang langsung tersaji</li>
</ul>
<p>Sekarang, perusahaan atau brand tidak perlu lagi menyebarkan <em>campaign</em> sendiri karena <em>Spradz!</em> yang akan mengerjakan untuk Anda. <em>Spradz! Reach more, convert more.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/08/05/social-media-influencer-untuk-mendorong-bisnis/">Seberapa Besar Peran Social Media Influencer Untuk Mendorong Bisnis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Membangun Brand Jawara</title>
		<link>https://frontier.co.id/2020/07/20/membangun-brand-jawara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2020 03:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1330</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertama-tama, mari ketahui berapa banyak perusahan yang menawarkan lini produk atau layanan serupa di pasar target yang sama? Perusahaan-perusahaan tersebut juga bertujuan untuk memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan, keuntungan besar, dan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan merek-merek kompetitornya di pasar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/07/20/membangun-brand-jawara/">Rahasia Membangun Brand Jawara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama-tama, mari ketahui berapa banyak perusahan yang menawarkan lini produk atau layanan serupa di pasar target yang sama? Perusahaan-perusahaan tersebut juga bertujuan untuk memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan, keuntungan besar, dan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan merek-merek kompetitornya di pasar.</p>
<p>Tidak ada satupun industri tanpa persaingan setiap harinya. Bisnis Anda akan terus menghadapi persaingan merek di pasar, bahkan dari pendatang baru yang menawarkan produk dan jasa yang lebih <em>fresh</em>, kekinian dan kreatif untuk mencuri pelanggan Anda. Para pelaku bisnis pasti menyadari bahwa merek adalah aset yang sangat mahal. Merek Anda adalah reputasi Anda!</p>
<p>Dinamika pasar terus berubah dengan sangat cepat. Merek tidak hanya bertahan, tetapi harus tumbuh dan berkembang. Tidak hanya mengenai <em>value</em> dari bisnis Anda, tetapi juga cerdik memahami pesaing-pesaing Anda adalah salah satu langkah penting untuk merencanakan dan melaksanakan strategi bisnis yang sukses. Tidak sedikit dari merek-merek yang tadinya populer, lambat laun menghilang dari pasar..</p>
<p>Hanya melalui strategi dan penerapan branding secara tepatlah yang mampu menjadi kunci keberhasilan pada kompetisi brand yang rumit ini. Jadi, bagaimana caranya memiliki merek yang juara?</p>
<p><strong>Temukan posisi di balik merek Anda – </strong>Saya yakin hampir semua pernah mendengar tagline “<em>apapun makanannya, minumnya teh botol sosro</em>”. Tagline ini berhasil meraih image unik di kalangan konsumen bahwa makanan apapun, konsumen mungkin saja cenderung untuk memilih Teh Botol Sosro. Contoh lain adalah bagaimana Wardah mampu mengikat ‘<em>halal</em>’ menjadi daya tarik bagi perempuan muslim untuk membeli mereknya. Temukan sesuatu yang membuat merek Anda unik dalam industri dan membuat konsumen sangat mudah untuk mengingatnya. <em>Brand positioning</em> sangat penting agar konsumen punya alasan memilih merek Anda.</p>
<p>Anda dapat melakukannya dengan mempelajari kompetitor, kemudian mencari celah untuk menonjolkan merek Anda. Gunakanlah ide ini untuk membangun pondasi merek Anda, melalui tagline, slogan, suara, pesan, cerita, visual, dan masih banyak lagi.</p>
<p><em>“People don’t buy what you do; they buy why you do it.The goal is not to do business with everybody that needs what you have.The goal is to do business with people who believe what you believe.” – Simon Sinek</em></p>
<p><strong>Kualitas diatas harga – </strong>Iphone dan Starbucks merupakan perusahaan yang mengedepankan value, bukan harga. Padahal harganya tidak murah, tetapi tetap ada yang beli, bahkan membeli lagi dan lagi.  Pemikiran terhadap kualitas sangat mendominasi dibandingkan tergoda untuk bersaing dengan harga murah. Bangun dulu value-nya, apa yang menjadi kelebihan merek Anda dibanding dengan produk sejenis. Biasanya konsumen akan belajar, mereka membeli produk dengan harga murah terlebih dahulu, tidak puas, dan kemudian akan mencoba membeli yang kualitasnya lebih baik. Terdapat dua pilihan untuk Anda : Menjadi perusahaan dan marketer yang hebat dengan selalu melihat kualitas sebagai driver utama untuk membangun merek yang kuat atau menjadi perusahaan dan marketer yang memiliki keyakinan bahwa harga murah adalah ide terbaik untuk membangun merek yang kuat?</p>
<p><strong> </strong>Anda dapat belajar dari Prof. Gorvin, bahwa untuk mengejar perceived quality Anda perlu memahami beberapa dimensi dari kualitas produk Anda :</p>
<ul>
<li><em>Performance</em> – dimensi paling dasar yang berhubungan dengan fungsi utama produk Anda</li>
<li><em>Realibility </em>– menunjukkan probabilitas suatu produk gagal menjalankan fungsinya</li>
<li><em>Features</em> – karakteristik yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menjadi target para produsen untuk berinovasi dalam upaya memuaskan pelanggannya</li>
<li><em>Durability</em> – siklus terkait teknis dan waktu, dimana produk awet jika sudah sering digunakan atau sudah lama sekali digunakan</li>
<li><em>Conformance</em> – produk yang memiliki conformance tinggi berarti sesuai dengan standar yang ditentukan. Salah satu aspeknya adalah konsistensi</li>
<li><em>Design </em>– dimensi yang unik. Aspek emosional dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat belajar dari Prof.Berry dkk untuk dimensi pembentuk kualitas pelayanan Anda:</p>
<ul>
<li><em>Tangible</em> – penilaian dengan indra penglihatan untuk menilai suatu kualitas</li>
<li><em>Responsiveness</em> – kesigapan dalam merespon permintaan</li>
<li><em>Assurance</em> – kemampuan perusahaan dalam menanamkan rasa percaya kepada pelanggannya</li>
<li><em>Emphaty</em> – keramahan dan kesopanan yang diberikan kepada pelanggan</li>
<li><em>Reliability</em> – keandalan perusahaan dalam memberikan pelayanan seperi pemenuhan janji</li>
</ul>
<p><strong>Investasi pada <em>brand research</em></strong> – Mengapa dikatakan investasi? Dengan <em>brand research</em>, Anda akan dapat melakukan analisis untuk memahami pasar dan mengembangkan strategi Anda dalam menghadapi kompetisi merek yang akan meningkatkan value dan keuntungan bisnis Anda kedepannya.</p>
<p>Anda tidak mungkin menutup mata pada kompetisi antar merek saat ini dan kedepannya, seperti pengukutan <em>mind share, market share</em>, dan <em>commitmen</em><em>t</em><em> share</em> dari merek Anda.</p>
<p>Sekali lagi, dinamika pasar sangat mudah berubah. Penjualan Anda mungkin naik, tetapi pangsa pasarnya turun! Anda perlu mengukur penetrasi—proporsi pasar target Anda menggunakan merek Anda. Serta, mengukur proporsi kemungkinan merek Anda direkomendasikan dari total audiens yang <em>aware </em>terhadap merek Anda. Bahkan Anda dapat mengetahui korespondensi pencitraan merek Anda untuk mengidentifikasi karakteristik merek dengan berbagai atribut yang dapat dilihat melalui brand map.</p>
<p>Ada banyak objectives yang terjawab dengan <em>brand research</em>, khususnya untuk membangun merek Anda. Berinvestasi dalam riset adalah hal yang wajib dalam bisnis Anda. Bagaimana Anda mungkin melangkah jika Anda buta terhadap kondisi pasar? Jika Anda buta dan salah arah pada strategi merek Anda, maka merek lain siap menyalip merek Anda tertinggal jauh di belakang.</p>
<p><strong>Konsultasikan penelitian Anda</strong> – Salah satu cara termudah untuk membantu Anda, yaitu bekerjasama dengan perusahaan riset.  Mungkin Anda sudah tahu, tetapi Anda perlu mengingatnya kembali bahwa Anda membutuhkan konsultan yang memiliki kemampuan terhadap “<em>research findings</em>”. Jika tidak, Anda mungkin saja terjebak dalam pemikiran bahwa peningkatan presentase Anda sudah cukup, dimana sebenarnya bisa jauh lebih potensial.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/07/20/membangun-brand-jawara/">Rahasia Membangun Brand Jawara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Merek Tetap Top Saat dan Pascapandemi</title>
		<link>https://frontier.co.id/2020/07/17/strategi-merek-tetap-top-saat-dan-pascapandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 15:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Frontier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://frontier.co.id/?p=1335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemimpin perusahaan dan pengelola merek jangan dibuat loyo karena krisis akibat wabah corona. Cermati apa yang akan menjadi new normal dan back to normal. Selebihnya tetap konsisten membangun merek dan pelajari strategi agar merek tetap top.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/07/17/strategi-merek-tetap-top-saat-dan-pascapandemi/">Strategi Merek Tetap Top Saat dan Pascapandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pemimpin perusahaan dan pengelola merek jangan dibuat </b><b><i>loyo</i></b><b> karena krisis akibat wabah corona. Cermati apa yang akan menjadi </b><b><i>new normal</i></b><b> dan </b><b><i>back to normal</i></b><b>. Selebihnya tetap konsisten membangun merek dan pelajari strategi agar merek tetap top.</b></p>
<p>Sampai Desember 2019 lalu, mungkin dunia industri di Indonesia belum membayangkan pandemi Covid-19 (virus corona) akan sampai ke Indonesia. Ketika itu, mungkin mereka sedang fokus merancang strategi bisnis dan marketing memasuki tahun 2020, berikut target-target pencapaiannya. Sampai Februari 2020, mereka masih mengaggap strategi bisnis dan marketingnya akan berjalan mulus tanpa hambatan berarti.</p>
<p>Baru ketika kasus Covid-19 jumlahnya terus meningkat dan pemerintah mulai memberlakukan regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan <i>social/physical distancing</i> pada pertengahan April 2020 lalu, dunia industri mulai merasakan dampak dari pandemi. Banyak yang terkejut, karena krisis kesehatan melebar menjadi krisis ekonomi.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1338 size-large" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/000-1024x580.jpg" alt="" width="1024" height="580" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/000-1024x580.jpg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/000-300x170.jpg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/000-768x435.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/000.jpg 1060w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Hampir semua sektor industri terdampak Covid-19, terutama horeka (hotel, restoran, kafe), pariwisata, dan penerbangan. Handi Irawan D, penggagas Top Brand, dalam Zoominar bertema “<i>Top Brand Strategy</i>: <i>Post Covid-19 Pandemic</i>”, memprediksi sekitar 90% sektor industri terpukul oleh pandemi. Hanya dua sektor industri yang masih bertumbuh, yakni yang terkait kesehatan dan digital.</p>
<p>“Selama pandemi, 90% industri mengalami penurunan omzet, mungkin hanya 10% yang untung, seperti kesehatan, produk <i>hand sanitizer</i>, APD (alat pelindung diri), perusahaan digital atau berbasis digital, dan penyedia jasa internet,” jelasnya.</p>
<p>Pertanyaannya; dalam menghadapi krisis, apakah kita pasrah begitu saja dan tidak melakukan apa-apa? Kalau kita bersikap demikian, tentu merek kita akan semakin tenggelam dan akan sulit bangkit ketika pandemi mereda. Dalam kesempatan tersebut Handi menyitir pernyataan dari Jeff Bezos, Pendiri Amazon.com.</p>
<p>“Ketika sesuatu yang buruk (krisis) terjadi, kita memiliki tiga pilihan; apakah krisis akan menghanyutkan, menghancurkan, atau justru akan semakin menguatkan kita,” tutur Handi dalam Zoominar eksklusif untuk para <a href="https://www.topbrand-award.com/top-brand-index/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">peraih Top Brand Award</a> (Top Brand Achievers).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://marketing.co.id/top-brand-award-survei-merek-terpanjang-di-dunia/">Top Brand Award, Survei Merek Terpanjang di Dunia</a></strong></p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-1342 size-large aligncenter" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/004-1024x579.jpg" alt="" width="1024" height="579" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/004-1024x579.jpg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/004-300x169.jpg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/004-768x434.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/004.jpg 1062w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Tentu kita memilih yang ketiga, krisis akan membuat merek kita semakin kuat. Karena itu, Handi meminta pemilik merek dan pemimpin perusahaan jangan hanya menghabiskan energi menganalisis indikator ekonomi makro. Ekonomi makro memang sedang tidak memihak pada dunia usaha. Menteri Keuangan Sri Mulyani, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya 2,3%, jauh di bawah prediksi pra-Covid-19 yang sebesar 5%.</p>
<p>Di sisi lain, sampai saat ini kita belum mampu mengontrol virus corona, karena belum ada satu negara pun yang sudah berhasil menemukan vaksin atau obat anti-Covid-19. “Krisis tidak bisa dikontrol, tapi merek bisa dikontrol. Apa pun kondisinya, sebagai produsen harus terus mengasah strategi agar merek tetap top dan efektif dalam kondisi apa pun,” saran Handi.</p>
<p><b><i>New Normal or Back to Normal</i></b></p>
<p>Jargon yang berkembang dan banyak dibahas pebisnis selama pandemi, yaitu <i>new normal</i>. Istilah ini mengacu pada kondisi “kenormalan baru” selama pandemi. Misalnya, orang makin terbiasa berbelanja <i>online</i> atau bekerja dari rumah (<i>work from home</i>) karena aktivitas di luar rumah dibatasi.</p>
<p>Menurut Handi, <i>new normal</i> disebabkan oleh faktor yang muncul karena pandemi, yaitu s<i>ocial distancing </i>dan WFH. Bicara <i>new normal</i> tentu terkait dengan <i>habit</i> (kebiasaan) masyarakat. Handi mengutip <i>European Journal of Social Psychology</i>, yang menyatakan dibutuhkan waktu rata-rata 66 hari (18–254 hari) untuk membentuk suatu <i>habit</i> baru.</p>
<p>Namun, penerimaan atau adopsi terhadap kebiasaan baru juga bergantung kepada generasi atau usia. Usia lebih muda (Gen Z) relatif lebih mudah mengadopsi <i>habit</i> baru dibandingkan generasi yang lebih senior seperti Gen X dan Baby Boomer. Singkat kata, semakin tua usia seseorang, akan semakin sulit atau lambat menerima <i>habit</i> baru.</p>
<p>“Anda yang menyasar Baby Boomers saya yakin perubahan <i>habit</i> dan konsumsinya relatif kecil. Sementara untuk yang menyasar anak muda, Gen Z, berusia 15–25 tahun sangat adaptif dengan perubahan. Produsen makanan &amp; minuman dan kosmetik yang fokus pada segmen anak muda sudah pasti harus memikirkan <i>new normal </i>yang terjadi karena Covid,” beber dia.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1341 size-full" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/003.jpg" alt="" width="1064" height="600" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/003.jpg 1064w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/003-300x169.jpg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/003-768x433.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/003-1024x577.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1064px) 100vw, 1064px" /></p>
<p>Meski begitu, pemilik merek tidak perlu terlalu risau dengan <i>new normal</i>. Karena fakta membuktikan <i>habit</i> dan konsumsi masyarakat tidak mudah berubah. Ambil contoh, <i>rating</i> dan <i>share</i> stasiun TV tidak banyak berubah selama Maret dan April 2020. Kita berpikir wabah corona akan membuat <i>rating</i> dan <i>share</i> stasiun TV berita merangkak naik, karena masyarakat tertarik menonton berita. Ternyata <i>rating</i> dan <i>share-</i>nya masih di bawah stasiun TV hiburan, seperti <i>RCTI</i>, <i>SCTV</i>, dan <i>Indosiar</i>.</p>
<p>Selama periode Maret dan April, <i>rating </i>dan <i>share</i> <i>Kompas TV</i>, <i>Metro TV</i>, <i>iNews</i>, dan <i>TVOne</i> masih di bawah stasiun TV hiburan seperti <i>RCTI</i>, <i>SCTV,</i> dan <i>Indosiar</i>. <i>Kompas TV</i> dan <i>Metro TV rating</i> dan <i>share</i>-nya stagnan. <i>Kompas TV</i> di angka 0,2 dan 11 (Maret dan Apri); <i>Metro TV</i> di angka 0,2 dan 1,3 (Maret dan April). Yang naik <i>TV One</i> dengan angka 0,4 dan 2,6 (Maret) menjadi 0,5 dan 2,9 (April). Ini untuk penonton wanita berusia 25–44 tahun. Untuk kepemirsaan, kombinasi wanita dan pria pada rentang usia yang sama juga tidak jauh berbeda hasilnya.</p>
<p>Begitu pun untuk program-program acara TV yang digemari, serial seperti <i>Entong, Buka Puasa Bareng Upin-Ipin, Upin &amp; Ipin Bermula</i>—ketiganya tayang di <i>MNC TV</i>; <i>Preman Pensiun 4</i> dan <i>Tukang Ojek Pengkolan</i>—yang tayang di <i>RCTI</i>; dan <i>Para Pencari Tuhan</i>—SCTV; semuanya masih mendominasi sebagai program favorit untuk penonton wanita dan pria.</p>
<p>Dari gambaran di atas, Handi menegaskan sebenarnya tidak mudah mengubah <i>habit</i> masyarakat menuju <i>new normal</i>. “Kita masih bisa fokus pada <i>habit</i> yang lama kalau kondisi kembali ke <i>back to normal</i>. Hanya saja, Anda perlu melakukan perubahan-perubahan strategi. Perkuat <i>core</i> <i>product</i> dan <i>engagement</i> dengan pelanggan, sehingga begitu pandemi mereda Anda sudah siap,” sarannya lagi.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1339 size-large" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/001-1024x579.jpg" alt="" width="1024" height="579" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/001-1024x579.jpg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/001-300x169.jpg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/001-768x434.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/001.jpg 1062w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Berangkat dari situ Handi memprediksi, dari sisi <i>habit</i> kondisi <i>new normal </i>di tahun depan hanya sekitar 20%; sisanya 80% akan<i> back to normal</i>. Begitu pun ditinjau dari sisi pola konsumsi. Kondisi <i>new normal </i>akan mencapai 30%, mayoritas 70% akan kembali pada keadaan semula. “Sebagian orang akan menggunakan sampo dan biskuit merek yang sama,” katanya memberi contoh.</p>
<p><b>Strategi Bangun Merek Agar Tetap Top Saat Pandemi</b></p>
<p>Lebih dari 20 tahun bergelut dengan survei Top Brand—survei terpanjang tentang merek di Indonesia, Handi mengingatkan kembali tiga dimensi yang membuat merek menjadi kuat dan top.</p>
<p><i>Pertama</i>; <i>market share</i> yang dibangun melalui <i>brand awareness</i> dan <i>brand image</i>. <i>Kedua</i>; <i>last usage </i>yang mencerminkan <i>market share </i>karena paling banyak dibeli. <i>Ketiga</i>; <i>future intention</i>, yang menyiratkan loyalitas konsumen terhadap suatu merek.</p>
<p>Di sisi lain, merek yang top dibangun melalui tiga strategi yang meliputi <i>quality before price, innovation before cost</i>, dan <i>engagement before sales</i>. “Saya percaya ketiga <i>rules</i> ini juga tetap relevan di saat pandemi dan krisis,” tandasnya.</p>
<p><i><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-1340 size-large" src="http://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/002-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/002-1024x576.jpg 1024w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/002-300x169.jpg 300w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/002-768x432.jpg 768w, https://frontier.co.id/wp-content/uploads/2020/07/002.jpg 1066w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></i></p>
<p><i>Quality before price</i> bermakna merek top tidak bisa dibangun dengan harga murah semata, karena kualitas jauh lebih penting. <i>Innovation before cost </i>berarti perusahaan-perusahaan yang hebat selalu berfokus pada inovasi. Perusahaan-perusahaan hebat bukan hanya memikirkan pemangkasan biaya dan efisiensi, tapi juga fokus pada inovasi.</p>
<p><i>Engagement before sales</i> tepat sekali dipraktikkan di era digital. Banyak <i>startup</i> yang sukses karena mereka menciptakan <i>engagement </i>lebih dahulu sebelum sales. “Awal-awal mungkin tidak ada sales, tapi setelah tercipta <i>engagement</i>, merek semakin kuat, termasuk saat krisis,” katanya.</p>
<p>Fakta juga telah memberi pelajaran, banyak merek yang sempat terpuruk dihantam krisis tahun 1998 kemudian bisa bangkit kembali. Merek-merek tersebut antara lain BCA, Ciputra, dan Indomie. Bahkan, ada merek yang muncul pascakrisis tahun 1998, yakni Xenia dan Avanza. Keduanya mampu menciptakan segmen baru di pasar otomotif, yakni <i>low multi purpose vehicle</i> (MPV). Mereka menciptakan sendiri strategi agar merek tetap top di kondisi yang sulit sekalipun. Merek-merek ini mampu bangkit karena tetap fokus membangun merek dan berinovasi, serta didukung dengan tim sales dan marketing yang andal.</p>
<p>Kunjungi <a href="https://marketing.co.id/">Marketing.co.id</a> untuk berita marketing dan berita bisnis terkini lainnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id/2020/07/17/strategi-merek-tetap-top-saat-dan-pascapandemi/">Strategi Merek Tetap Top Saat dan Pascapandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://frontier.co.id">Frontier</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
